Apa Yang Didapatkan Dengan Harapan Yang Tinggi Dan Tidak Ada Usaha

Bagaimana Mengimbangi Cara Berpikir Pasangan Yang Lebih Tua

Banyak orang ingin mendapatkan pasangan yang sempurna, baik dari tampilan fisik, hatinya, sampai isi kepalanya. Banyak ingin pasangan yang pintar cantik, lemah lembut, tidak matre, rajin. Tapi orang yang mengharapkan itu, dia pengangguran, kerjaan minta uang pada orang tua. ngerokok, minum-minum, mulut kasar, dan tidak bisa merawat diri. Pertanyaannya, apakah pantas orang seperti itu mendapatkan wanita yang seperti itu? 

Apa Yang Didapatkan Dengan Harapan Yang Tinggi Dan Tidak Ada Usaha

Makanya ada istilah jika ingin seseorang yang begitu sempurna, memiliki impian yang besar, berkaca lah dahulu. Hal yang seperti ini yang sering membuat kesalah pahaman. Orang yang jelas-jelas bertolak belakang dengan impiannya. Sering mengeluh, ah hidup tidak adil. Hidup hanya berpihak pada orang kaya, orang cakep, orang pintar. Dan orang seperti kita tidak mendapat tempat di dunia ini. Semuanya aja ambil, dan kita nge kos. Banyak sekali orang yang mengatakan hal seperti itu. Dan kalian juga pasti sering mendengar hal yang serupa.

Kadang sampai habis pikir dengan orang yang memiliki pola pikir seperti ini. Orang yang hanya berharap, meminta, menuntut, tapi tidak ada usaha. Orang yang hanya tahu mengeluh tanpa melihat apa yang sudah dilakukannya. Apa kontribusinya. Cobalah untuk realistis. Ini bukan FTV, bukan sinetron, bukan fairy tale. Yang seorang princess jatuh cinta dan menikah dengan seseorang yang biasa dan mereka hidup bahagia. Dan di fairy tale atau FTV pun masih mending, orang biasa itu ada kontribusinya. Entah dia baik, dewasa, pengertian, setia, jujur. Pokoknya ada usaha nya. Dan anda yang tidak melakukan apa-apa.

Tidak ada yang bisa di banggakan atau diberikan, menuntut semua itu? Jika anda sampai dengan sikap dan pola pikir seperti itu mendapatkan seseorang yang sempurna, itulah baru dunia tidak adil. Tidak adil bagi orang yang sempurna. Mungkin terdengar jahat dan ketus. Tapi itu kenyataannya. Hadapi dan terima, jika ingin terus bertahan hidup di bumi. Karena dunia nyata bukan film yang jika adegannya tidak memuaskan bisa retake, bisa ambil adegan lagi. Dewasalah dan hadapi dunia nyata.